SEKILAS INFO
: - Sunday, 04-12-2022
  • 1 bulan yang lalu / PEKAN AKHIR SEMESTER (PAS) GANJIL DILAKSANAKAN 28 NOVEMBER S/D 5 DESEMBER 2022
  • 1 bulan yang lalu / Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada November S/d Januari
PENDIDIKAN KARAKTER ABAD 21

Menciptakan pendidikan karakter merupakan suatu keniscayaan dalam upaya menghadapi berbagai tantangan pergeseran karakter yang dihadapi pada saat ini. Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan kemampuan seseorang untuk memberikan keputusan baikburuk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Karena pendidikan karakter merupakan suatu kebiasaan yang baik, maka pembentukan karakter seseorang itu memerlukan communities of character (komunitas masyarakat yang bisa membentuk karakter), yang terdiri atas keluarga, sekolah, institusi keagamaan, media, pemerintahan dan berbagai pihak yang mempengaruhi generasi muda. Semua communities of character tersebut hendaknya memberikan suatu keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dan penguatan. Dengan kata lain pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan. Peran sekolah sebagai communities of character dalam pendidikan karakter sangat penting. Sekolah mengembangkan proses pendidikan karakter melalui proses pembelajaran, habituasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan bekerja sama dengan keluarga dan masyarakat dalam pengembangannya.

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017 (Komalasari dan Didin saripudin, 2017), mengidentifkasi lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas, yaitu nilai religius,  nasionalis,  mandiri,  gotong royong, dan integritas.

Pengembangan nilai-nilai karakter menurut Ki hajar Dewantara yakni olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah karsa (estetika), dan olah raga (kinestetika). Nilai-nilai karakter yang perlu dikembangkan meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain-lain.

Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan keputusan baikburuk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Pendidikan karakter yang baik, harus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik (moral knowing), tetapi juga merasakan dengan baik atau loving the good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action). Jadi pendidikan karakter erat kaitannya dengan ‘habit’ atau kebiasaan yang terus menerus dipraktikkan dan dilakukan.

Pendidikan nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan terhormat dan setara dengan bangsa dan dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya. (M. Zaelani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

PRAKTEK KERJA LAPANGAN 2022-2023

PPDB BERSAMA

PENGUMUMAN KELULUSAN

Tata Cara Pendaftaran DTKS

Statistik Web

  • 40965Jumlah Pembaca:
  • 4Pembaca Hari Ini:
  • 33037Jumlah Pengunjung:
  • 2Pengujung Hari Ini:
  • 81Pembaca Bulanan:
  • 0Sedang Online:
Open chat
Selamat Datang di SMK Al Ihsan Jakarta.
Silahkan Chat kami bila ada informasi yang kurang jelas yang tertera dalam website kami.
terima kasih.